Followers

Saturday, April 24, 2010

Sungaiku, engkau


April. Musim gugur. Namun, udara masih terasa hangat. Di bulan begini, aku masih suka berenang dilaut. Selain berenang aku juga suka jalan kaki dan bersepeda. Laut tempat aku berenang tidaklah jauh dari rumahku Mosman. Mosman, masih berada dalam lingkup pelabuan kota Sydney. Pelabuan elok yang ditandai dengan kemegahan jembatan Sydney dan Sydney opera house. Lebih elok lagi dimalam tahun baru dengan percikan kembang api.

Dari Circular Quay biasanya aku naik kapal selama 20 menit turun dipelabuhan Mosman selatan. Lalu ganti dengan bis nomor 230 yang berhenti didepan rumah. Kadang kadang aku lebih suka berjalan kaki daripada naik bis. Dari pelabuhan Mosman Selatan ke rumah atau sebaliknya dari rumah ke pelabuhan itu. Perjalanan melewati rumah rumah kolonial dan gereja bertembok bata merah, hanya 20 menit jalan kaki.

Bila berada dalam kapal, sering aku ingat perahu kecil di sungai Sidoarjo. Sungai kecil yang elok. yang di pematangnya ditumbuhi pohon pohon bakau dan waru. Yang ditepiannya ada lubang lubang kepiting dan belut. Sewaktu kecil, kami sering menyusuri sungai itu dengan sebatang perahu. Perahu sebatang pohon kayu jati bikinan almarhum bapak. Perahu yang kami gunakan menyaksikan burung burung manyar membuat rumah direranting bambu. Selain membuat perahu itu, bapakku juga membuat rakit dari beberapa batang bambu yang diikat dijadikan satu.

Beberapa waktu lalu aku mengunjungi kota Adelaide. Kali ini, aku tidak banyak bekerja selain merundingkan beberapa gagasan berkarya bersama dan kemungkinan untuk berpameran di gedung festival. Diselah selah pertemuan dan perundingan dengan beberapa rekan aku sering berjalan menyusuri kota Adelaide. Perjalanan yang paling mengesankan adalah menyusuri sungai Torrens.

Karena sungai itu pula, aku akan membuat karya yang berjudul " sungaiku ". Tentu kepedulianku akan perubahan yang terjadi pada sungai dikampung asalku. Sungai yang tak lagi ditumbuhi pohon pohon bakau. yang tak lagi ada bunga bunga teratai ditepiannya. yang ini telah berubah menjadi pembuangan limba. Baik limba rumah tangga ataupun limba industri.

Pun selain sebagai catatan perubahan lingkungan menurut kenangan pribadiku, karya ini aku aku persembahkan untuk seseorang yang teristimewa. Seperti sungai itu, seorang tersebut inspirasi yang tiada terkira. Baik ketika berbicara, atau dalam diamnya, senantiasa mengisyaratkan keindahan hidup dari kacamata yang paling sederhana.

No comments:

drawing

drawing

drawing

drawing

GREETING

Welcome to my little world, it is a world within a world, within my dream, within my drawing and painting. An artist is an artist, wether you were born like that or like this. Art is to make or not to make.